Pengertian Berbicara Di Depan Umum, Jenis-Jenis Berbicara Di Depan Umum

Pengertian Berbicara Di Depan Umum, Jenis-Jenis Berbicara Di Depan Umum - Berbicara merupakan suatu keterampilan berbahasa dan keterampilan berbicara merupakan anak kompeten yang harus dimiliki oleh setiap orang apalagi pelajar dan mahasiswa. Keterampilan berbicara mempunyai peranan yang sangat vital dalam berkomunikasi. Terlebih jika berbicara di depan banyak orang. Pembicara harus membuat penyimak mudah memahami isi yang dibicarakan, tentu hal ini tidak mudah untuk dilakukan. Untuk menjadi seorang pembicara yang baik, kita harus menggabungkan antara penguasaan bahasa, pengetahuan, pikiran, seni, daya ingat, daya kreasi dan fantasi, serta kesanggupan atau kesiapan berbicara. 
Dalam Webster’s Third New International Dictionary dikemukakan pengertian public speaking: “a. the act of processes of making speeches in public (proses penyampaian pembicaraan di depan publik), b. the art of science of effective oral communication with an audience (seni ilmu pengetahuan mengenai komunikasi lisan yang efektif dengan para pendengar).” Berdasarkan pengertian tersebut dapat dikemukakan bahwa berbicara di depan umum public speaking merupakan seni dan pengetahuan untuk menciptakan komunikasi efektif di hadapan orang banyak.

Senada dengan pengertian di atas, Zarefsky (Abidin, 2006:99) mendefinisikan “public speaking is a continuous communication processing which massages and signal circulate back and forth between speaker and listener.” Menurutnya pembicaraan di depan umum adalah suatu proses komunikasi yang berkesinambungan dimana pesan dan lambang bersirkulasi ulang secara terus menerus antara pembicara dan para pendengar. Public sepaking juga dapat diartikan sebagai komunikasi yang dilakukan secara lisan tentang sesuatu hal atau topik di hadapan orang banyak.

Jenis-Jenis Berbicara di Depan Umum
Tarigan (1990:27-33) mengemukakan ada 4 jenis berbicara, yaitu:
Berbicara untuk Melaporkan
Untuk membahas masalah ini kita perlu mengetahui apa itu laporan. Laporan adalah segala sesuatu yang dilaporkan dalam suatu pertemuan tertentu, biasanya berkaitan dengan suatu hal atau peristiwa yang penting dan menjadi sorotan masyarakat atau menyangkut pelaksanaan kebijakan atau program dan proyek suatu organisasi. Isi dalam suatu laporan tersebut haruslah memuat keterangan-keterangan yang objektif dan harus sesuai dengan fakta yang akurat hasil dari survei dan analisis, selain itu juga penyampaian laporan harus disertai dengan rasa tanggung jawab.

Berbicara Secara Kekeluargaan
Cara yang paling umum menjamin serta memadukan suatu perasaan persahabatan adalah melalui pembicaraan-pembicaraan yang dapat menyenangkan hati.Menciptakan suasana keriangan dengan cara menggembirakan yang membuat kebanggaan menjadi anggota kelompok. Sasaran diarahkan kepada peristiwa-peristiwa kemanusiaan yang penuh kelucuan dan kegelian yang sederhana.

Berbicara Meyakinkan
Pembicaraan yang bersifat persuasif atau mengajak disampaikan kepada para pendengar bila kita menginginkan penampilan suatu tindakan atau pengerjaan suatu bagian tertentu dari suatu tindakan. Tindakan-tindakan serupa itu mungkin merupakan penerimaan suatu pendirian; pemungutan atau pengadopsian seperangkat prinsip, atau tindakan pelaksanaan tugas-tugas serupa itu

Berbicara Merundingkan
Berbicara untuk merundingkan atau deliberative speaking pada dasarnya bertujuan untuk membuat sebuah keputusan dan rencana. Dalam berunding keputusan diambil dengan cara hati-hati, sambil meminta nasihat dan penuh pertimbangan dari fakta-fakta yang dijelaskan. Penyampaian argumen untuk menguatkan pendapat lebih tertuju pada intelektual daripada emosi. Tidak memaksakan pendapat tetapi membuat penjelasan untuk meyakinkan atau membuat sadar akan suatu kebenaran.

Prasyarat Berbicara di Depan Umum
Guna berhasil dalam menyajikan pembicaraan di depan umum secar perinsip ada tiga prasyarat yang harus dipenuhi seorang pembicara di depan umum, diantaranya :
1. Prasyarat organis
Prasyarat ini berhubungan dengan kelengkapan organ penghasil bahasa yang dihasilkan pembicara. Dalam prasyarat ini sangat menentukan dalam menghasilkan bunyi-bunyi bahasa secara tepat makna. Seorang pembicara akan berhasil melakukan pembicaraannya jika mampu menghasilkan bunyi bahasa secara jelasbaik intonasi, pelafaln maupun aksennya.
2. Prasyarat Retoris
Prasyarat ini berhubungan dengan pemahaman dan kemampuan pembicara tentang konsep keterampilan berbahasa. Pembicara yang baik harus memahamikaidah-kaidah bahasa sehingga ia akan menggunakan bahasa yang baku dan efektif dalam melakukan pembicaraannya. Selain itu, pembicara harus memahami sendi-sendi retorika seperti kemampuan argument, persuasi dan pragmatis.
3.Prasyarat Psikologis
Prasyarat ini berhubungan dengan unsure psikologia pembicara pada rasa percaya diri, kesiapan menta;l berbicara, dan kemantapan presentasi. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam prasyarat ini adalah perisapan secara matangagar secar mental kita siap berbicara, penguasaan audiens sehingga kita mampu berbicara tanpa keraguan.

Teknik Berbicara di Depan Umum
1.Pendekatan permulaan, artinya pembaca harus memberikan kesan menarik pada pembukaan pembicaraannya. Hal ini dapat dilakukan dengan membuka pembicaraan dengan rasa percaya diri yang tinggi.
2.Mengatasi kegugupan atau demam panggung. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun sikap positif terhadap diri sendiri, berdiri dengan tegak dan tenang, kuasai materi dengan mantap, banyak berlatih, dan pandanglah pendengar sebagai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan diri.
3.Membuat pendengar tertarik. Hal ini dapat dilakukan dengan menyajikan sesuatu yang baru bagi pendengar, jangan memohon maaf pada pendengar, sajikan pembicaraan dengan segar dan aktual dan dapat pula menggunakan humor asal tidak berlebihan.
4.Jagalah ketepatan berbicara, kejernihan dan volume suara. Hal ini dapat dilakukan dengan menguasai ruang pembicaraan, tidak banyak mengeluarkan bunyi e...e...e, bicara dengan tepat tidak terlalu lambat atau terlalu cepat, dan suara pembicaraan harus terdengar akrab.
5.Percaya diri dan perbanyak pembendaharaan kata.
6.Memberikan penekanan pada pembicaraan penting serta bersemangat dalam menyampaikan pesan.
7.Berbicaralah tepat waktu dan milikilah rasa humor.
8.Gerakanlah tubuh secara alamiah dan berbicaralah secara wajar dan gunakanlah pakaian yang serasi.
9.Bawalah catatan kecil guna membantu penyampaian pesan.
10.Tutuplah pertemuan dengan mengesankan, bertanya apakah ada yang ingin bertanya, ucapkanlah terimakasih dan tinggalkanlah podium dengan senyum


Advertisement