Keterampilan Menulis Puisi, Langkah-Langkah Menulis Puisi


Keterampilan Menulis Puisi, Langkah-Langkah Menulis Puisi - Jabrohim, dkk. (2003:17), menulis puisi merupakan wujud komunikasi tidak langsung (tulis) yang menekankan pada ekspresi diri, emosi, gagasan, dan ide. Selain itu, keterampilan menulis puisi merupakan aktivitas berpikir manusia secara produktif ekspresif serta didukung oleh proses pengetahuan, kebahasaan, dan teknik penulisan.

Wiyanto (2005:57), menulis puisi merupakan gagasan dalam bentuk puisi. Kita harus memilih kata-kata yang tepat dalam menulis puisi bukan hanya dapat maknanya, melainkan harus tepat bunyinya dan menggunakan kata-kata itu dengan sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesan estetik

Keterampilan Menulis Puisi, Langkah-Langkah Menulis Puisi


Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa siswa dikatakan terampil dalam menulis Puisi jika berhasil dalam proses dan produk. Keberhasilan dalam proses jika siswa dan guru memiliki semangat dan minat dalam pembelajaran, sehingga suasana menjadi efektif dan kondusif. Keberhasilan dalam produk adalah tingkat pemahaman siswa terhadap keterampilan menulis puisi

Langkah-langkah Menulis Puisi
Endraswara (2003:220), menyebutkan ada beberapa tahap dalam menulis puisi antara lain tahap penginderaan, tahap perenungan atau pengendapan, dan tahap memainkan kata. Tahap tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Tahap penginderaan
Tahap penginderaan merupakan tahap awal dalam penciptaan puisi. Penyair sebelum menciptakan sebuah puisi terlebih dahulu melakukan pengideraan terhadap alam sekitar. Hal ini dilakukan untuk menemukan suatu keanehan yang terjadi di alam sekitar penyair. Keanehan-keanehan itu dijadikan penyair sebagai sumber inspirasi atau ide dalam menulis puisi.

2. Tahap Perenungan atau Pengendapan
Perenungan akan semakin mendalam jika disertai daya intuisi yang tajam. Intuisi dapat menimbulkan daya imajinasi yang pada akhirnya mampu memunculkan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin itulah yang dituangkan dalam bentuk puisi.

3. Tahap Merangkai Kata
Secara sederhana mencipta puisi hanya merangkai kata. Adapun unsur yang harus diperhatikan yaitu masalah estetika. Estetika adalah kecermatan dan kelihaian mencari, memilih, dan menyusun kata agar menjadi lebih indah sehingga memiliki nilai yang tinggi.

(Wiyanto 2005:52). Agar tahapan demi tahapan langkah dalam menulis puisi di atas dapat dilakukan dengan baik, maka sebelum menulis puisi perlu adanya motivasi dalam diri atau sikap awal yang harus ditumbuhkan agar keterampilan menulis puisi dapat berhasil dilakukan adalah (1) harus ada niat yang kuat. Dengan niat yang kuat kita tidak mudah menyerah ketika menjumpai berbagai kesulitan sehingga kita akan dapat belajar dan berlatih dengan sungguh-sungguh agar dapat
menguasai keterampilan menulis; (2) belajar dan berlatih menulis puisi; dan (3) membiasakan diri untuk membaca puisi yang sudah ada. Pilih puisi yang ditulis oleh penyair yang kita senangi kemudian terapkan pada tiga N, yaitu niteni, nirokake, dan nambahi. Ungkapan jawa itu berarti memperhatikan, mengingat-ingat, menirukan, dan menambahkan. Meniru di sini bukan berarti menjiplak kata demi kata atau kalimat demi kalimat, yang kita tiru adalah cara menemukan tema,
cara memilih kata-kata yang tepat, cara merangkai kata-kata yang estetis, dan cara mendayagunakan majas dalam puisi (Wiyanto 2005:48). 

Sekian mengenai contoh keterampilan menulis puisi dan langkah-langkah menulis pusi juga cara cara menulis puisi yang benar menurut para ahli yang dapat saya sampaikan semoga saja bermanfaat dan menjadi ilmu berguna untuk semuanya.



Update Promo Handphone 2016
> Promo iPhone 6s Plus 40% > Harga Promosi Tablet Advan
> Discont Oppo Smartphone Terbaru > Harga Sony Xperia Murah Bulan ini
> Promo Gila, BlackBerry 50% > Harga Discont Nokia Lumia
> Update Promo Samsung Galaxy 2016 > Info Harga Xiomi Smarphone 2016
> Cek Harga Promo Evercos 2016 > Harga Honda HRV 2016
Advertisement